Hajimena–Para santri menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh keluarga besar Pondok Pesantren Bustanul Iman pada hari Selasa malam rabo (11/03/2026). Acara yang berlangsung di komplek Pondok Pesantren Bustanul Iman ini turut para santri, ustadz, dan masyarakat sekitar.
Pimpinan Pondok Pesantren Bustanul Iman Hafidz Riskon , menuturkan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan setiap bulan suci Ramadhan. Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat ukhuwah atau kebersamaan, baik di lingkungan internal pondok maupun dengan masyarakat sekitar.
“Momentum buka bersama ini menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antara santri, wali santri, guru, serta masyarakat sekitar Kami berharap kebersamaan ini dapat terus terjaga dan semakin menguatkan hubungan kekeluargaan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, para guru pondok turut berpartisipasi menyiapkan hidangan berbuka bagi seluruh santri dan tamu undangan. Kegiatan dimulai dari berbelanja hingga memasak bersama, sehingga tercipta interaksi dan kebersamaan dalam suasana yang berbeda dari aktivitas sehari-hari di pesantren.

Di sisi lain, para santri yang hadir juga membawa bekal makanan berbuka dari rumah masing-masing untuk kemudian dinikmati bersama dan saling berbagi dengan santri lainnya. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan pun terasa hangat sepanjang kegiatan berlangsung.
Acara diawali dengan sambutan pimpinan Pondok Pesantren Bustanul Iman yang memaparkan perkembangan dan berbagai program pesantren. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah Ramadhan yang disampaikan oleh pendiri Pondok Pesantren Bustanul Iman, Ustadz Hafidz Riskon,
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama menjelang waktu berbuka puasa, yang kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama seluruh santri, tamu undangan, serta keluarga besar pondok pesantren.
Acara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, mencerminkan kuatnya kebersamaan antara santri, dan guru pembimbing.
Di sesi akhir jelang berbuka, Ustadz Hafidz Riskon berkesempan memberi tausiyah. Pada kesempatan ini, beliau juga lebih banyak memberi nasehat dan motivasi kepada para santri yang akan pulang ke rumah masing-masing.
Di antaranya beliau menitip pesan agar para santri bisa menjaga perilaku selama di rumah masing-masing. Bisa menunjukkan sikap yang baik sebagai seorang santri, yang belajar di pesantren.
Karena, lanjut beliau, perilaku itu juga termasuk dakwah atau dakwah bil hal. Dakwah yang dilakukan dengan perbuatan nyata, seperti memberi bantuan, mencontohkan perilaku baik, dan melakukan kegiatan sosial. Dakwah bil hal juga disebut dakwah alamiah karena menggunakan pesan dalam bentuk perbuatan.(Iron guna, SE.)

