Campak Meningkat di Bandar Lampung, DPRD Dorong Penguatan Sistem Pencegahan

Bandar Lampung – Peningkatan kasus campak di Kota Bandar Lampung mendapat perhatian dari kalangan legislatif. Kondisi tersebut dinilai menjadi peringatan bahwa sistem pencegahan penyakit menular, khususnya pada anak, perlu diperkuat.

Ketua Komisi IV DPRD Bandar Lampung, Asroni Paslah, mengatakan campak merupakan penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Karena itu, bertambahnya kasus yang terjadi belakangan ini perlu menjadi evaluasi bagi pihak terkait dalam meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, apabila kasus campak terus meningkat, ada kemungkinan upaya pencegahan yang dilakukan selama ini belum berjalan maksimal. Padahal, imunisasi menjadi langkah utama untuk melindungi anak-anak dari penularan penyakit tersebut.

Selain itu, DPRD juga menyoroti ketersediaan vaksin campak yang dinilai masih terbatas. Dari kebutuhan yang diperkirakan mencapai puluhan ribu dosis, stok vaksin yang tersedia disebut hanya berkisar ratusan vial. Jumlah ini dinilai jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan imunisasi di kota tersebut.

Kondisi tersebut berpotensi menghambat upaya pencegahan penyebaran penyakit jika tidak segera ditangani dengan baik.

Para legislator juga mengingatkan bahwa cakupan imunisasi perlu mencapai sekitar 95 persen agar terbentuk kekebalan kelompok atau herd immunity. Jika angka tersebut belum terpenuhi, risiko penularan campak akan tetap ada, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Sementara itu, di daerah lain seperti Lampung Barat, Dinas Kesehatan setempat juga mencatat sejumlah kasus suspek campak. Pada awal tahun 2026 tercatat enam kasus yang masih dalam pemantauan, sementara sepanjang 2025 terdapat 13 kasus serupa.

Untuk mengantisipasi penyebaran lebih luas, pihak Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan melalui laporan rutin dari puskesmas di wilayah tersebut. (*)

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan