Kasus HIV di Bandar Lampung Tertinggi, DPRD Desak Penanganan Serius

BANDAR LAMPUNG — Tingginya jumlah kasus HIV di Kota Bandar Lampung menjadi perhatian DPRD setempat. Kondisi ini dinilai harus segera direspons dengan langkah nyata agar penyebaran penyakit tersebut dapat ditekan.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, meminta pemerintah daerah mengambil tindakan yang lebih konkret dan terukur dalam menangani persoalan tersebut.

Menurutnya, meningkatnya angka kasus HIV tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa. Ia menilai kondisi tersebut merupakan peringatan serius bagi pemerintah untuk memperkuat upaya pencegahan serta penanganan secara lebih menyeluruh.

Di Bandar Lampung, kata dia, strategi penanganan tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan rutin. Pemerintah perlu memperluas program edukasi, meningkatkan deteksi dini, serta memastikan penderita mendapatkan akses pengobatan yang berkelanjutan.

Asroni juga menekankan bahwa penanggulangan HIV/AIDS tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab dinas kesehatan semata. Ia menilai perlu adanya kerja sama lintas sektor, termasuk melibatkan dunia pendidikan, organisasi masyarakat, hingga komunitas agar upaya pencegahan lebih efektif.

Selain itu, DPRD melalui fungsi pengawasannya akan terus memantau jalannya program penanganan HIV/AIDS di daerah, termasuk memastikan penggunaan anggaran benar-benar diarahkan untuk kegiatan yang berdampak pada penurunan kasus.

Ia berharap langkah-langkah yang diambil pemerintah daerah dapat lebih terarah sehingga upaya menekan penyebaran HIV di Bandar Lampung dapat berjalan maksimal. (*)

Tinggalkan Balasan