Dinar Ekspose,Bandar Lampung–26 Agustus 2025 SUD Dr. H. Abdul Moeloek melaporkan kabar menggembirakan terkait kondisi seorang pasien anak berusia 15 tahun asal Kabupaten Tulang Bawang Barat, yang sebelumnya dirawat dalam kondisi penurunan kesadaran berat akibat infeksi otak. Pasien masuk rumah sakit dalam keadaan tidak sadar, tidak dapat bergerak, membuka mata, maupun memberikan respons verbal dan motorik.
Namun, setelah mendapat penanganan intensif dari tim medis RSUD Dr. H. Abdul Moeloek dan menjalani perawatan bersama Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) dari Poliklinik Anak dr. Roro Rukmini WL, Sp.A (K) Konsultan Neurologi Anak, kondisi pasien menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Saat ini, pasien sudah mampu membuka mata secara spontan, tersenyum, mengecap bibir, menggeretakkan gigi, bahkan mulai menguap dan memberikan respons saat dipanggil.
“Kami sangat bersyukur melihat respons positif dari pasien. Setelah beberapa hari dalam kondisi penurunan kesadaran, saat ini pasien sudah mulai membuka mata, merespons suara, bahkan menunjukkan ekspresi seperti tersenyum dan mengecap bibir. Ini merupakan kemajuan signifikan dalam proses pemulihan pasien”. Ujar dr. Roro Rukmini WL, Sp.A (K)
Saat ini, Suci telah memasuki fase rawat jalan, di mana pemantauan dan terapi lanjutan akan terus dilakukan untuk memastikan pemulihan optimal.
“Kasus ini menjadi pengingat pentingnya penanganan cepat dan tepat terhadap gejala infeksi otak, terutama pada anak. Tim medis kami terus memberikan pelayanan terbaik agar pasien mendapatkan peluang pemulihan maksimal,” ujar dr. Yusmaidi.
Pihak RSUD Dr. H. Abdul Moeloek menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim medis dan tenaga kesehatan yang telah menangani Suci dengan dedikasi tinggi, serta kepada keluarga yang terus memberikan dukungan selama proses pemulihan berlangsung.
“Dukungan keluarga dan ketekunan tim medis menjadi faktor penting dalam proses pemulihan pasien. Kami akan terus memantau kondisinya melalui rawat jalan dan terapi lanjutan,”Tutupnya.
Kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala-gejala neurologis pada anak yang bisa menjadi tanda awal infeksi otak, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut. (*)

