Antusiasme Masyarakat Lampung dalam Acara Lampung Bersholawat

Dinar Ekspose,Lampung – Ribuan umat Muslim dari berbagai penjuru Lampung berkumpul dalam acara Lampung Bersholawat yang berlangsung meriah dan penuh kekhusyukan. Acara yang digelar di Mahan Agung ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat keimanan dan kebersamaan dalam lantunan sholawat yang menggema di seluruh lokasi.

Sejak sore, masyarakat mulai berdatangan dengan penuh semangat. Mereka mengenakan pakaian serba putih, peci hitam, dan beberapa membawa sajadah untuk duduk dengan nyaman di lokasi acara. Tidak hanya laki-laki, kaum perempuan, anak-anak, hingga lansia juga turut serta dalam acara ini, menandakan bahwa kecintaan terhadap sholawat telah menjadi bagian dari kehidupan spiritual masyarakat Lampung.

Acara Lampung Bersholawat ini dipimpin oleh sejumlah ulama dan habaib yang memimpin jamaah dalam lantunan sholawat dan doa-doa untuk keberkahan daerah Lampung. Suasana semakin syahdu ketika ribuan jamaah serentak melantunkan sholawat bersama, menciptakan nuansa yang begitu khidmat.

Beberapa tokoh penting daerah juga turut hadir dalam acara ini, termasuk pejabat pemerintah, tokoh agama, serta pemuka masyarakat. Mereka duduk bersama masyarakat, tanpa sekat, dalam kebersamaan yang mencerminkan semangat persaudaraan Islam. Para panitia juga terlihat sigap dalam mengatur jalannya acara, memastikan semua peserta dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman.

Gubernur Lampung, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas antusiasme masyarakat dalam mengikuti Lampung Bersholawat. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sholawat sebagai sarana untuk memperkuat persatuan dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

“Acara seperti ini sangat penting untuk menjaga kebersamaan dan keharmonisan umat. Dengan bersholawat bersama, kita tidak hanya memohon keberkahan kepada Allah SWT, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan di antara kita. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi tradisi yang mengakar di Lampung,” ujar Gubernur.

Beliau juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan keagamaan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kami di Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk selalu mendukung kegiatan keagamaan seperti ini. Semoga dengan sholawat, Lampung menjadi daerah yang lebih berkah, damai, dan sejahtera,” tambahnya.

Tak sedikit peserta yang mengabadikan momen ini dengan ponsel mereka, baik untuk mengunggah di media sosial maupun sekadar menjadi kenangan pribadi. Salah satu peserta, Hendra (35), mengungkapkan kegembiraannya bisa menghadiri acara Lampung Bersholawat tahun ini.

“Saya merasa sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari acara ini. Suasana kekeluargaan dan spiritualnya begitu terasa. Semoga acara seperti ini semakin sering diadakan di Lampung,” ujar Hendra yang datang bersama keluarganya.

Sementara itu, seorang ibu bernama Siti (42) yang membawa kedua anaknya juga merasakan kebahagiaan tersendiri. Baginya, menghadiri majelis sholawat ini menjadi bagian dari pendidikan keagamaan bagi anak-anaknya.

“Saya ingin anak-anak saya tumbuh dalam lingkungan yang cinta sholawat. Dengan menghadiri acara seperti ini, mereka bisa merasakan langsung betapa indahnya bersholawat bersama,” ujarnya.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Ketua panitia Lampung Bersholawat, Muhammad  Firsada menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini terus berlangsung di masa mendatang.

“Kami berharap acara ini bisa membawa keberkahan bagi masyarakat Lampung dan menjadi ajang untuk memperkuat persatuan umat Islam. Semoga sholawat yang kita lantunkan hari ini menjadi doa yang membawa kebaikan bagi kita semua,” kata muhammad Firsada.

Dengan antusiasme yang begitu besar dari masyarakat, Lampung Bersholawat telah membuktikan bahwa semangat spiritual masih sangat kuat di tengah era modern. Acara ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga simbol kebersamaan dan harapan bagi Lampung yang lebih damai dan sejahtera (*)