BANDAR LAMPUNG – Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri langsung acara pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) V Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (DPD LPM) Provinsi Lampung. Agenda penting yang berlangsung pada Rabu (21/10/2026) ini diselenggarakan sekaligus dengan rangkaian peluncuran buku inspiratif bertajuk “KAHMI untuk Indonesia”.

Kegiatan berskala daerah ini dinilai menjadi momentum krusial, tidak hanya sebagai wadah regenerasi kepengurusan organisasi, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antar-pengurus. Lebih dari itu, forum ini ditargetkan mampu memperkuat sinergi strategis serta mendorong peran aktif organisasi kemasyarakatan dalam mendukung akselerasi pembangunan daerah berbasis pemberdayaan masyarakat.

Kehadiran orang nomor satu di Kota Tapis Berseri ini menjadi bukti konkret atas komitmen dan dukungan penuh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung terhadap upaya penguatan kelembagaan masyarakat. Pemkot memandang LPM sebagai mitra strategis dalam menggenjot partisipasi aktif warga dalam setiap lini program pembangunan yang dicanangkan pemerintah.

Melalui pelaksanaan Musda V DPD LPM Provinsi Lampung ini, diharapkan para pengurus dan anggota dapat merumuskan ide-ide segar serta menyusun program kerja yang inovatif, aspiratif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Output dari musyawarah ini ditargetkan mampu memberikan kontribusi yang nyata dan berdampak langsung bagi kemajuan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat luas.

Di sisi lain, acara ini semakin berbobot dengan adanya peluncuran buku “KAHMI untuk Indonesia”. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi referensi literatur yang kaya akan gagasan, pemikiran konstruktif, serta inspirasi dalam mendorong roda kemajuan bangsa. Kehadiran karya tulis ini juga menjadi simbol penguatan kontribusi kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam mengawal pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Bandar Lampung kembali menegaskan posisinya yang selalu terbuka untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, profesi, hingga seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Kerja sama yang solid antar-sektor ini dinilai sebagai kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan, demi membawa Kota Bandar Lampung menjadi kota yang semakin maju, modern, dan tetap religius.

Tinggalkan Balasan