BANDARLAMPUNG — DPRD Kota Bandar Lampung menyoroti capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum memenuhi target dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota tahun anggaran 2025.
Catatan tersebut disampaikan melalui Panitia Khusus (Pansus) dalam rapat paripurna DPRD Kota Bandar Lampung, Senin (4/5/2026).
Anggota Pansus, Heti Friskatati, menjelaskan secara umum kinerja pembangunan di Bandar Lampung menunjukkan tren positif.
Pertumbuhan ekonomi pada 2025 tercatat mencapai 5,31 persen, meningkat dibandingkan 2024 sebesar 4,97 persen. Selain itu, angka pengangguran juga turun dari 7,91 persen menjadi 7,53 persen.
“Ini menunjukkan adanya pemulihan ekonomi yang cukup baik, ditandai meningkatnya daya beli masyarakat dan lapangan kerja,” ujarnya.
Di sisi lain, Pansus menyoroti realisasi PAD yang belum optimal. Dari target Rp1,5 triliun, capaian hanya sebesar Rp966,99 miliar atau sekitar 64,23 persen.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Eva Dwiana menyatakan rekomendasi DPRD akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah kota.
“Rekomendasi ini akan kami jadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintah daerah ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025 akan difokuskan pada peningkatan efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas.
Eva juga mengakui masih ada target yang belum tercapai akibat dinamika kebutuhan masyarakat dan keterbatasan fiskal daerah.
“Namun kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan,” katanya. (**)

