BOS Rp2,4 Miliar Menguap? Siswa SMAN 1 Ngambur Bertaruh Nyawa di Bawah Atap Bolong

Pesisir Barat — Di saat sekolah-sekolah lain berlomba-lomba memodernisasi fasilitas belajar, SMA Negeri 1 Ngambur tampaknya memilih jalur anti-mainstream. Dengan kucuran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang mencapai lebih dari Rp2,4 Miliar dalam kurun waktu tiga tahun (2023–2025), sekolah ini sukses menyajikan pemandangan dramatis. plafon ambrol, dinding retak-retak, keramik pecah, hingga atap bolong-bolong yang siap menyambut air hujan langsung ke meja siswa.

Berdasarkan data laporan penggunaan Dana BOS SMAN 1 Ngambur dari tahun 2023 hingga 2025, angka-angka fantastis terus tercatat di atas kertas, berbanding terbalik dengan kenyataan pahit di lapangan. Anggaran Pemeliharaan Meroket, Gedung Makin Menakutkan

Mari seksama kita tengok alokasi dana untuk Pemeliharaan Sarana dan Prasarana (Sarpras)

Pada Tahun 2023 SMAN 1 Ngambur mengeruk Dana BOS untuk Sarana Prasarana Sebesar Mengeruk dana sebesar Rp97.047.000. Lalu pada Tahun 2024 Melonjak drastis hingga Rp191.017.500. Kemudian Tahun 2025 Kembali menyedot dana sebesar Rp173.021.900.

Secara total, lebih dari Rp461 Juta mengalir untuk pemeliharaan Sarana Prasarana. Namun publik dibuat heran: Apa yang sebenarnya dipelihara?

Apakah pemeliharaan yang dimaksud adalah membiarkan plafon tetap ambrol dan keramik tetap pecah agar para siswa terlatih memiliki refleks cepat saat menghindari reruntuhan gedung? Keselamatan peserta didik yang seharusnya menjadi prioritas utama kini seolah berubah menjadi taruhan harian di Pelataran Kelas dan dalam ruang kelas.

Tak kalah menggelitik adalah pos Pengembangan Perpustakaan. Dalam tiga tahun, anggaran yang diserap mencatatkan angka yang terus merangkak naik: Tahun 2023:Rp20.739.000, Tahun 2024: Rp29.104.000,Dan Tahun 2025, BOOM Meledak hingga Rp79.546.000

Total dana perpustakaan yang dihabiskan mencapai lebih dari Rp129 Juta. Sayangnya, jangankan menjadi sarana literasi yang nyaman, ruangan perpustakaan SMAN 1 Ngambur dilaporkan lebih mirip gudang berdebu dengan koleksi buku baru yang sangat minim. Muncul pertanyaan bernada sindiran dari masyarakat: Apakah anggaran puluhan juta tersebut digunakan untuk membeli ‘debu berkelas premium’ atau sekadar mencetak laporan fiktif?

Sementara fisik bangunan sekolah dan fasilitas belajar dibiarkan merana, pos Administrasi Kegiatan Sekolah justru melaju kencang bagai mobil balap.

Pada Tahun 2023 Menembus angka fantastis Rp277.291.650, Tahun 2024 Menyerap Rp183.046.000 serta Tahun 2025:Masih menguras Rp177.424.351.

Total lebih dari Rp637 Juta melayang hanya untuk kuitansi, kertas, dan urusan kearsipan administrasi. Sungguh ironis ketika biaya untuk mengurus kertas jauh lebih mahal ketimbang biaya memperbaiki atap bolong yang bisa merobohkan keselamatan siswa kapan saja.

Kondisi ini memicu keprihatinan sekaligus kemarahan dari wali murid dan masyarakat setempat. Mengucurnya dana miliaran rupiah yang tidak berbekas pada fisik bangunan ini memperkuat dugaan adanya indikasi penyelewengan dana atau transparansi yang sengaja ditutupi.

Kendati demikian Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala SMAN 1 Ngambur, Waspodo Ariwibowo, untuk mendapatkan penjelasan berimbang terkait kondisi sarana sekolah dan rincian penggunaan Dana BOS 2023–2025. hingga rilis ini diterbitkan, yang bersangkutan belum dapat dikonfirmasi atau memberikan keterangan resmi. (Red)

Tinggalkan Balasan