BANDAR LAMPUNG – Alhamdulillah, La haula wala quwwata illa billah. Kabar penuh haru, bangga, dan linangan air mata bahagia menyelimuti keluarga besar Pubian, Lampung Tengah dan Bandar Lampung.

Sosok pemuda sederhana yang dulu tumbuh dalam keterbatasan, kini telah menjelma menjadi seorang prajurit kebanggaan. Serda Fitra Ramadani, putra bungsu dari empat bersaudara, darah Pubian yang tumbuh dan besar di Bandar Lampung, telah mengemban amanah suci sebagai prajurit TNI Angkatan Darat. Hampir lebih dari satu tahun lamanya, putra terbaik Pubian ini telah mengabdi dengan gagah di tanah Kalimantan yang jauh, menjaga keutuhan NKRI di perbatasan.

Keberhasilan ini bukan sekadar tentang pangkat yang tersemat di pundak. Ini adalah tentang jawaban dari doa-doa panjang yang dipanjatkan Mamak di setiap sepertiga malam, tentang air mata perjuangan yang tak pernah kering, dan tentang bukti bahwa anak dari keluarga sederhana pun mampu berdiri gagah mengabdi untuk Ibu Pertiwi.

Di tengah kebahagiaan yang membuncah ini, Mamak tercinta menyampaikan pesan yang begitu dalam, pesan yang membuat siapa saja yang membacanya akan ikut terharu dan meneteskan air mata.

Dengan suara bergetar menahan haru, Mamak berpesan kepada si bungsu kesayangannya:

“Ingatlah perjuanganmu nak, ingatlah asal-usulmu. Kita sejak kecil sudah terbiasa hidup susah, tidur beralaskan keterbatasan, makan dengan kesederhanaan. Maka haruslah banyak-banyak bersyukur kepada Allah SWT nak. Jangan pernah kau lupa darimana kau berasal.”

Mamak berharap dengan tulus agar putra tercintanya senantiasa diberikan kesehatan jasmani dan rohani, dijauhkan dari segala marabahaya, dan selalu berada dalam lindungan Allah SWT dimanapun ia bertugas di tanah Kalimantan yang jauh di sana. Bagi Mamak, jarak Lampung – Kalimantan memang ribuan kilometer, namun doanya tak pernah mengenal jarak.

Mamak pun bercerita kembali dengan penuh isak haru bagaimana perjuangan hidup yang telah dilaluinya. Beliau bercerita bagaimana harus banting tulang siang dan malam, kaki jadi kepala, kepala jadi kaki, memeras keringat, menahan lapar dan lelah, hanya demi satu tujuan: agar keempat anaknya, kakak-kakak dan ayuk-ayuknya bisa hidup layak dan bahagia seperti orang lain.

“Mamak tidak punya harta berlimpah nak, Mamak hanya punya tenaga dan doa. Mamak berjuang sekuat tenaga agar kalian berempat kelak bisa hidup senang layaknya orang lain, tidak merasakan susah seperti yang Mamak rasakan. Dan Alhamdulillah, hari ini Allah jawab semua doa itu. Kalian berempat semua sudah bisa dikatakan sukses dan berhasil seperti orang-orang. Mamak sudah sangat bersyukur nak,” ungkap Mamak dengan hati yang penuh syukur dan mata yang berkaca-kaca.

Di akhir pesannya, Mamak menitipkan amanah yang sangat mulia dan menjadi pegangan hidup bagi seorang prajurit.

“Bekerjalah dengan sungguh-sungguh nak, bekerjalah dengan hati. Jangan banyak kelakuan, jangan nakal, jangan sombong dengan seragammu. Ingat nak, kita adalah keluarga yang bukan orang mampu. Kita bukan keluarga terpandang harta. Mamak telah membesarkan kalian berempat dengan banting tulang tak kenal lelah, dengan air mata dan doa, hanya ingin melihat kalian bahagia dan berhasil semuanya. Maka jaga dirimu di sana baik-baik nak. Jadilah prajurit yang jujur, amanah, dan seragammu dengan kebaikan, bukan dengan kesombongan.”

Meskipun Kalimantan dan Lampung terasa begitu jauh jarak jangkauannya, dipisahkan lautan dan pulau, namun ikatan batin antara Mamak, kakak-kakak, dan Fitra tak pernah terputus sedetik pun.

Setiap detik, setiap hembusan nafas, doa Mamak dan kakak-kakak tidak pernah terputus. Doa itu terbang melintasi langit Sumatera dan Kalimantan, senantiasa menyertai setiap langkah, setiap jaga malam, dan setiap tugas yang diemban Serda Fitra Ramadani.

Bagi masyarakat Pubian dan Bandar Lampung, kisah keberhasilan Serda Fitra Ramadani ini adalah lentera harapan. Menjadi bukti nyata dan inspirasi bagi seluruh anak-anak muda di kampung, bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk bermimpi tinggi. Bahwa anak yang tumbuh dalam kesusahan, yang dibesarkan dari keluarga sederhana, jika mau berjuang, berdoa, dan berbakti kepada orang tua, maka Allah SWT akan angkat derajatnya setinggi-tingginya dan mampu bangkit serta mengabdi untuk negeri tercinta.

Semoga Allah SWT senantiasa melindungi Serda Fitra Ramadani dalam setiap penugasannya, menguatkan pundaknya, meneguhkan hatinya, mengabulkan segala doa tulus Mamak dan seluruh keluarga, serta menjadikan beliau prajurit yang amanah, jujur, berani, rendah hati dan selalu membanggakan keluarga, masyarakat Pubian, Bandar Lampung, serta tanah air tercinta Indonesia.

Aamiin Ya Rabbal Alamin. (Iron Guna)

Tinggalkan Balasan